Gambar 1: Kantor Pemerintahan Kampung Siwi
A. Gambaran umum
Kabupaten Manokwari Selatan adalah salah satu dari 7 kabupaten di Provinsi Papua Barat. Kabupaten Manokwari selatan dimekarkan dari Kabupaten Manokwari pada 17 November 2012. Pemerintahan kabupaten ini memiliki struktur pemerintahan yang terdiri dari 6 Distrik dan 57 kampung dengan ibu kota Ransiki. Kabupaten Manokwari Selatan memiliki masyarakat yang terdiri dari berbagai latar belakang, termasuk suku asli seperti suku sough, sough bohon, hatam, dan kuri wamesa.
Kampung Siwi merupakan salah satu dari 57 kampung yang disebutkan di atas yang terletak di Distrik Momiwaren Kabupaten Manokwari Selatan Provinsi Papua Barat,. Kampung Siwi merupakan kampung pemekaran dari Siwi Gunung pada tahun 1992.
Sejarah dan asal usul kampung Siwi, kampung siwi terbentuk dari serangkaian kejadian dan peristiwa-peristiwa masa lalu seperti tercatat dalam dokumen kampung maupun berdasarkan informasi atau catatan dari sejumlah tokoh masyarakat setempat sesuai hasil wawancara.
Pada tanggal 15 Januari 1991 kampung siwi terbagi menjadi kampung siwi dan Kampung gaya baru dan Bapak Barend Ainusi diangkat menjadi kepala kampung pertama. Kemudian pada tahun 1992 kepala kampung menurunkan masyarakat sough bohon yang bermukim di gunung siwi untuk turun ke pantai, dengan membuka jalan padat karya bagi pemukiman baru yang sekarang dikenal dengan sebutan kampung siwi.
Pada tahun 2020 bapak Barend Ainusi meninggal dunia dan kemudian diganti dengan PJ bapak Oktovianus Iga, S.Th., M.Si. Masa jabatannya selama satu tahun beliau meninggal dunia pada tahun 2021 dan kemudian diganti dengan pj baru sampai dengan masa pemilihan kepala kampung yang baru pada bulan Juli 2022, setelah pemilihan yang terpilih menjadi kepala kampung adalah bapak Derek Ainusi SH, kemudian dilantik pada tanggal 15 Agustus 2022. Masa jabatan selama delapan tahun di mulai dari tanggal 15 Agustus 2022- 2030.
B. Tujuan
Pembuatan profil kampung ini bertujuan untuk:
C. Kondisi Geografis Dan Lingkungan
Lokasi Kampung Siwi secara astronomis terletak pada koordinat 133° 59' 30" LU. Secara administratif terletak di Distrik Momiwaren Kabupaten Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:
Jarak dari pusat kota Ransiki ± 15 km dan dapat di tempuh dalam waktu ± 30 menit, untuk mencapai lokasi kampung siwi dapat di tempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat.
D. Iklim
Kampung Siwi secara umum memiliki ilkim tropis dengan rata-rata udara mencapai 27°c dengan tingkat kelembapan mencapai 87 persen cukup dingin di malam hari.
E. Tanah Dan Lahan
Jenis tanah di Kampung Siwi termasuk dalam kategori tanah berpasir dengan jenis tanah inseptisol. Jenis tanah ini merupakan tanah yang mudah memiliki kandungan bahan organik kurang dari 20% atau memiliki lapisan bahan organik dengan ketebalan kurang dari 30 cm, sehingga tekstur tanahnya termasuk ringan dan kandungan fraksi debu tinggi dibandingkan dengan fraksi liar. Inseptisol merupakan tanah yang mempunyai ciri-ciri atau karakteristik sebagai berikut:
Jenis tanah ini merupakan jenis tanah yang subur dan sangat cocok untuk kegiatan pertanian. Hal ini dapat dilihat dari tanaman yang tumbuh di kebun dan pekarangan masyarakat, terutama tanaman seperti sayur-sayuran.
F. Flora Dan Fauna
Berdasarkan hasil observasi yang telah diperoleh mahasiswa KKN Unipa 2024/2025 tentang jenis-jenis flora dan fauna yang terdapat di Kampung Siwi. Dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 1.1 Jenis Flora Di Kampung Siwi
|
No. |
Bahasa Indonesia |
Bahasa Ilmiah |
|
1 |
Durian |
Duriozibebthinus |
|
2 |
Rambutan |
Nephelium Lappaceum |
|
3 |
Pisang |
Musa Paradisiaca |
|
4 |
Keladi |
Xamthotsomasagitifolium |
|
5 |
Papaya |
Elais Guinensis Jacq |
|
6 |
Singkong |
Manihot Esculenta |
|
7 |
Kacang Tanah |
Arachis Hypogaea |
|
8 |
Matoa |
Pometia Pinnata |
Tabel 1.1 Menunjukkan bahwa jenis flora yang tumbuh di kampung siwi sebagian besar adalah tanaman semusim dan tanaman perkebunan yang di kelola oleh masyarakat setempat, selain itu terdapat juga tanaman-tanaman yang tumbuh secara liar atau alamiah seperti matoa.
Tabel 1.2 Jenis Fauna Di Kampung Siwi
|
No |
Bahasa Indonesia |
Bahasa Ilmiah |
|
1 |
Anjing |
Canias Sp |
|
2 |
Kucing |
Felis Sp |
|
3 |
Ayam |
Gallus Sp |
|
4 |
Babi |
Sus Scrofa Sp |
|
5 |
Tikus |
Echymipera Sp |
|
6 |
Lintah |
Hirudinea |
|
7 |
Semut |
Paraponeraclavate |
|
8 |
Nyamuk |
Culx Sp |
Tabel 1.2 Menunjukkan bahwa jenis fauna yang berada di kampung siwi sebagian besar merupakan hewan yang bebas di lingkungan sekitar dan beberapa jenis fauna yang merupakan peliharaan masyarakat sekitar seperti anjing, ayam, kucing, dan babi.
G. Demografi Dan Kependudukan
…………………….
H. Ekonomi Dan Kegiatan Usaha Masyarakat Kampung Siwi
Ketersediaan sumber daya alam seperti tanah, air, dan hutan dapat mempengaruhi jenis kegiatan usaha yang dapat dilakukan oleh masyarakat Kampung Siwi. Potensi lokal seperti pertanian, peternakan, atau kerajinan dapat menjadi landasan bagi kegiatan usaha masyarakat. Kebutuhan masyarakat Kampung Siwi dapat mempengaruhi jenis kegiatan usaha yang dibutuhkan seperti akses ke pasar yang dapat mempengaruhi kemampuan masyarakat untuk menjual hasil pertanian.
I. Tradisi Dan Budaya
Kampung Siwi didominasi oleh penduduk dari suku Arfak merupakan salah satu suku asli yang berada di wilayah Papua Barat terutama di Kabupaten Manokwari Selatan dan sekitarnya, mereka termasuk dalam rumpun besar suku-suku besar papua yang memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang unik.
1. Bahasa Sough
Bahasa sough adalah identitas budaya utama suku ini. Bahasa ini di gunakan dalam kehidupan sehari-hari, dalam ritual adat,dan pewarisan nilai-nilai leluhur.termasuk dalam keluarga bahasa papua barat (trans-new guinea).
2. Upacara Adat (Ritual Tradisional)
Upacara kelahiran, pernikahan,dan kematian biasanya di jalankan oleh masyarakat kampung siwi dengan penuh penghormatan terhadap adat-istiadat. Dalam upacara kematian sering di lakukan ritual pemanggilan roh leluhur dan penggunaan nyanyian adat untuk mengantar roh orang yang suda meninggal.
3. Tari-Tarian Tradisional
Tarian ini di gunakan oleh masyarakat Kampung Siwi dalam ritual syukuran panen hasil kebun, dan juga upacara adat. Tarian ini biasanya diiringi oleh alat musik tradisional seperti tifa, dan mengenakan busana dari daun, bulu burung cendrawasih, dan manik-manik.
J. Spot Wisata
Salah satu objek wisata yang perlu dipromosikan di Kampung Siwi adalah Wisata Permandian Air Panas, namun secara wilayah adat termasuk dalam kampung Demini. Spot wisata ini belum terlalu dikenal oleh masyarakat secara luas. Jarak dari Kampung Siwi menuju air panas 2 km.

Gambar 2: Spot Air Panas Kampung Siwi
K. Susunan Organisasi Pemerintahan Kampung Siwi
